Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Serangan Siber

Serangan Siber yang Menargetkan Perangkat Seluler Melonjak



Berita Baru, News – Peneliti keamanan siber dari Proofpoint, mencatat adanya lonjakan kasus serangan siber yang menargetkan perangkat seluler. Tidak tanggung-tanggung, angkanya mencapai 500 persen.

Dilansir dari ZDNet, Jumat (11/3/2022), serangan siber yang dimaksud mencakup pencurian password, detail bank, bahkan tindakan mengambil kendali penuh atas perangkat smartphone targetnya.

Serangan dilancarkan oleh para peretas dengan cara mengirimkan malware lewat pesan teks (biasanya berupa link), temasuk juga menyisipkannya ke sejumlah aplikasi.

Proofpoint mengatakan, telah mendeteksi adanya lonjakan serangan siber seluler sejak awal tahun 2022, di mana puncak serangan berlangsung di akhir bulan Februari silam.

Tujuan utama serangan adalah untuk mencuri username dan kata sandi untuk email atau rekening bank. Tetapi, ada juga untuk melakukan pengintaian.

Serangan Siber yang Menargetkan Perangkat Seluler Melonjak

Kategori pengintaian ini terbilang mengerikan. Pasalnya, para peretas akan memata-matai secara langsung lewat microphone serta kamera yang ada di perangkat korban.

Mereka akan mendengarkan percakapan korban dan merekam apa yang dilakukan korban secara diam-diam. Tidak hanya itu, peretas juga akan melacak lokasi korban.

Serangan siber seluler dapat menimpa para pengguna perangkat Android maupun iPhone. Serangan terus berkembang seiring dengan keberadaan malware yang semakin canggih.

Peneliti menyebutkan, para pengguna Android berpeluang lebih besar untuk menerima serangan. Sebab, sistem operasi (OS) buatan Google ini lebih terbuka dibanding kompetitornya.

Android mengizinkan pengguna mengunduh aplikasi dengan bebas. Berbeda dengan OS Apple yang jauh lebih ketat, hanya bisa mengunduh aplikasi dari toko resmi.

Meski demikin, para pemilik iPhone juga tetap rentan diserang oleh hacker melalui pesan teks phishing. Pengguna yang tidak paham bisa jadi sasaran empuk untuk dikelabui.

Ketidaktahuan korban akan dengan mudah dimanfaatkan, hacker akan meminta korban untuk mengklik link palsu dan meminta mereka untuk memasukkan detail bank.

Peneliti dari Proofpoint, Jacinta Tobin, menyarankan agar pengguna perangkat seluler lebih melek dengan potensi serangan siber yang dilancarkan para hacker.

Dia mengimbau kepada para pengguna perangkat seluler agar selalu waspada dan jangan pernah menggubris pesan mencurigakan, apalagi jika mengirimkan link dan meminta data.