Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Astronaut

Dengan Nol Gravitasi, Bagaimana Astronaut Bisa Buang Air Besar di Ruang Angkasa?

Berita Baru, News – Setiap makhluk hidup pasti akan mengeluarkan kotoran, baik itu buang air besar maupun buang air kecil. Tak terkecuali astronaut. Walaupun astronaut berada di ruang angkasa, mereka juga perlu buang air besar dan air kecil.

Di Bumi hal itu mudah di lakukan, namun bagaimana yang terjadi kalau di ruang angkasa, ya?

Apakah toilet di Bumi sama dengan di ruang angkasa? Yuk, kita cari tahu bersama.

Berawal dari Kisah Menjijikan Astronaut

Pada tahun 1961, seorang astronaut bernama Alan Shepard harus melalui perjalanan lintas planet. Ia harus duduk berjam-jam karena delay. Di tengah penantiannya itu, ia merasa ingin buang air kecil.

Namun sayangnya, saat itu tim NASA belum memikirkan teknologi yang bisa memenuhi kebutuhan alamiah manusia soal buang air ini. Tidak adanya pilihan membuat Shepard harus buang air kecil di celana.

Artikel ini merupakan bagian dari Parapuan, Parapuan adalah ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Kisah unik inilah yang kemudian membuat NASA berpikir untuk menghadirkan toilet yang bisa digunakan oleh para astronaut di ruang angkasa.

Toilet yang Super Canggih

Dilansir dari Space, Rabu, 11 Mei, Ternyata toilet yang ada di Stasiun Antariksa Internasional berbeda dengan toilet yang ada di Bumi.

Toilet di Stasiun Antariksa Internasional merupakan toilet yang dilengkapi dengan teknologi canggih, lo!

Bagaimana tidak, toilet yang ada harus menyesuaikan lingkungan disana yang berarti tanpa gravitasi.

Apabila toilet dibuat persis seperti di Bumi tentu akan ada banyak sekali kotoran yang melayang.

Untuk itu, toilet di Stasiun Antariksa Internasional didesain canggih dan bisa memenuhi kebutuhan astronaut.

Kini ada dua unit toilet super canggih di Stasiun Antariksa Internasional. Ini karena Rusia juga mengirimkan toilet terbaru ke ISS.

Toilet tersebut itu ongkos US$19 juta atau sekitar Rp272,8 miliar.

Dalam toilet disediakan lubang seukuran piring kecil. Lubang itu digunakan untuk menampung kotoran astronaut.

Adapun ukuran klosetnya cuma 5-6 inci, sehingga astronaut perlu tepat membidik lubang dengan pantat mereka.

Selain itu, toilet di Stasiun Antariksa Internasional juga dilengkapi dengan kipas angin untuk menyedot kotoran mereka.

Setelah selesai buang air besar, kotoran astronaut disimpan dalam kantong plastik.

Kotoran Besar akan Dikirim ke Bumi

Tahukah teman-teman, kotoran astronaut yang disimpan dalam kantong plastik akan dikirim dengan kapal kargo menuju Bumi, lo. Kenapa kotoran dibawa ke Bumi, ya?

Kotoran itu dibawa untuk dipelajari oleh para ilmuwan. Namun, umumnya limbah BAB akan dibakar.

Tentunya, pembakaran tidak dilakukan di stasiun luar angkasa karena bisa menimbulkan bahaya.

Kotoran astronaut akan dikumpulkan dulu ke dalam wadah kedap udara yang kemudian akan dimuat ke dalam kargo yang membawa pasokan ke stasiun ruang angkasa.

Kapal ini kemudian diluncurkan ke Bumi sebelum akhirnya terbakar atmosfer.

Jadi, kalau teman-teman pernah melihat bintang jatuh, mungkin saja itu adalah kontainer berisi kotoran astronaut dari luar angkasa.