Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Ducati

Ducati Gagal di MotoGP Qatar

Berita Baru, Otomotif – Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi menceritakan apa yang terjadi pada seri pembuka MotoGP Qatar 2022, di balik kegagalan tim dari perusahaan motor asal Italia tersebut.

Sirkuit Internasional Losail, Qatar, biasanya menjadi tempat yang menyenangkan bagi Ducati karena memiliki tenaga besar untuk melahap lurusan sepanjang 1.038 meter itu.

Namun, pada akhir pekan lalu tim pabrikan Ducati harus berjuang keras untuk tampil cepat dan bersaing dengan pabrikan lainnya.

Bahkan, pembalap Ducati membutuhkan waktu lama untuk mengalahkan rivalnya. Jorge Martin (Pramac Racing) yang menggunakan Desmosedici GP22 pun tidak sanggup untuk menyalip Aprilia dan Suzuki di trek lurus.

Davide Tardozzi menegaskan bahwa kegagalan tim pabrikan Borgo Panigale itu bukan kesalahan pembalap. Melainkan melakukan perubahan mesin di momen terakhir, karena pembalap mereka harus kembali mencari setgelan terbaik.

Ducati Gagal di MotoGP Qatar

“Apa yang terjadi di Qatar tidak dapat diterima dan itu merupakan sesuatu yang harus kami perbaiki. Ini sepenuhnya kesalahan kami, bukan Bagnaia. Kami percaya kepada dia, karena kami menggangap dia sebagai pembalap yang cepat. Jika kami membuatnya berkonsentrasi dan memberikan motor yang tidak bersamalah. Saya yakin dia akan berjuang dengan kinerja terbaiknya,” ungkap Davide Tardozzi.

Meski pihak tim melakukan kesalahan, Francesco Bagnaia merasa tak tertinggal jauh dari pabrikan lain dalam hal performa. Menurutnya, Ducati dapat memperbaikinya di GP Indonesia karena sudah memiliki feeling yang baik di sana saat tes pramusim.

“Saya sudah berbicara dengan Ducati dan Gigi Dall’Igna tentang pendekatan kami untuk balapan. Jujur, setelah balapan ini saya tidak ingin menyentuh apa pun pada motor. Jelas, saya sedih dengan apa yang terjadi di balapan,” ungkap Francesco Bagnaia.

Ducati Gagal di MotoGP Qatar

Walaupun mendapatkan hasil yang pahit, Enea Bastianini (Gresini Racing) yang menggunakan Desmosedici GP21 mendapatkan keuntungan. Pasalnya, dirinya tidak perlu menyetel ulang motor seperti tim pabrikan.

“Enea sangat bagus, dia memiliki motor yang cepat dan kami mengetahuinya, meski saya kira motor baru (Desmosedici GP22) lebih baik. Dia tidak perlu melakukan apa pun pada motor, dan dia juga start dari tempat yang bagus, sementara kami harus bekerja lebih keras,” tutup Bagnaia.