Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Gua Sterkfontein

Fosil Manusia Purba yang Ditemukan di Gua Sterkfontein Berusia 3,4 Juta Tahun

Berita Baru, Riset – Fosil yang ditemukan di Gua Sterkfontein, Afrika Selatan, diperkirakan berusia 3,4 juta hingga 3,6 juta tahun. Usia tersebut satu juta tahun lebih tua dari usia yang diperkirakan sebelumnya.

Mengutip CNN, Jumat(01/7/2022), sebelumnya terdapat fosil terkenal yang ditemukan di Ethiopia dan diberi nama Lucy. Ditemukan pada 1979, Lucy mewakili spesies Australopithecus afarensis dan hidup 3,2 juta tahun yang lalu.

Temuan Fosil Manusia Purba di Gua Sterkfontein

Sementara fosil yang ditemukan di gua Afrika Selatan juga termasuk dalam genus Australopithecus, hominin purba yang awalnya diperkirakan hidup 2 juta hingga 2,6 juta tahun yang lalu.

Fosil Manusia Purba yang Ditemukan di Gua Sterkfontein Berusia 3,4 Juta Tahun
Ilustrasi Istimewa

Para peneliti menggunakan teknik baru untuk menentukan umur sedimen Gua Sterkfontein, yang merupakan bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO. Jarak gua tersebut sekitar 50 kilometer barat laut Johannesburg.

Gua-gua yang termasuk dalam jaringan ini telah mengungkapkan rincian tentang evolusi manusia dan lingkungan yang berlangsung sekitar 4 juta tahun lalu.

Situs ini adalah rumah bagi fosil yang membantu menceritakan kisah evolusi manusia, sebuah kisah yang tampaknya berubah seiring dengan setiap penemuan.

Sebuah studi baru yang merinci temuan itu diterbitkan di Prosiding National Academy of Sciences.

Fosil Manusia Purba yang Ditemukan di Gua Sterkfontein Berusia 3,4 Juta Tahun
Ilustrasi Istimewa

Pentingnya Gua Sterkfontein terungkap pada 1936, ketika fosil Australopithecus dewasa pertama ditemukan oleh ahli paleontologi Dr. Robert Broom.

“Sterkfontein memiliki lebih banyak fosil Australopithecus daripada di tempat lain di dunia,” kata penulis utama studi dan profesor ilmu Bumi, Darryl Granger.

Fosil Manusia Purba yang Ditemukan di Gua Sterkfontein Berusia 3,4 Juta Tahun

Menilai kembali usia Australopith yang ditemukan di Sterkfontein memiliki implikasi penting tentang bagaimana Afrika Selatan berperan dalam diversifikasi dan perluasan nenek moyang manusia purba, kata rekan penulis studi Dominic Stratford, direktur di gua dan profesor di Universitas Witwatersrand di Johannesburg.