Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Militer Amerika Gunakan Robot Anjing Untuk Jaga Perbataasan

Militer Amerika Gunakan Robot Anjing Untuk Jaga Perbataasan



Berita Baru, News – Militer Amerika Serikat akan menggunakan tenkologi canggih dalam menjaga wilayah perbatasan negaranya. Baru-baru ini mereka melakukan uji coba robot anjing sebagai penjaga perbatasan.

Robot anjing tersebut bertugas berpatroli di sekitar perbatasan.

Meski masih tahap uji coba, ini menjadi kabar menarik, mengingat masih belum banyak kehadiran robot anjing yang menanggung beban dan tanggung jawab besar.

Sebagaimana dilansir Gizmo China, kehadiran robot anjing untuk menjaga wilayah perbatasan Amerika Serikat dirilis langsung oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri AS.

Meski bentuknya tidak memiliki kepala, robot itu tampak terlihat seperti anjing karena memiliki empat kaki serta bertubuh tegap layaknya anjing penjaga yang sudah dilatih untuk sistem keamanan.

Mesin-mesin canggih tersebut sedang diuji dalam berbagai situasi pengawasan yang menurut Departemen Keamanan AS telah berhasil sejauh ini.

Militer Amerika Gunakan Robot Anjing Untuk Jaga Perbataasan

Pengembangan robot anjing tersebut akan berlanjut. Wilayah perbatasan selatan AS bisa menjadi lokasi uji coba yang bagus untuk robot anjing itu menunjukkan kemampuannya, mengingat medannya yang cukup menantang.

Departemen Keamanan AS mendapat bantuan pengembangan serta penelitian dari Direktorat Sains dan Teknologi yang berfokus pada kendaraan pengawasan darat otomatis.

Robot anjing yang disiapkan menjaga perbatasan AS tersebut dibuat oleh perusahaan robotika Ghost Robotics. Mereka terkenal dengan karya robot Ghost Vision 60-nya.

Robot anjing yang kini diuji coba AS itu dilengkapi kamera dan sensor untuk inspeksi. Kemudian diprogram untuk secara mandiri berpatroli di titik arah GPS yang telah ditentukan sebelumnya.

Mereka dapat memeriksa gerbong kereta di rel, berjalan di sekitar bagian bawah gerbong, menjelajahi bangunan tempat tinggal, serta menanggapi pertemuan dengan individu yang berpotensi konflik.