Berita

 Network

 Partner

Plastik

Ternyata Polusi Plastik di Air Tawar Memiliki dampak Positif untuk Udara?

Berita Baru, Inggris – Meskipun polusi plastik adalah salah satu ancaman kesehatan utama bagi dunia, lonjakannya di danau air tawar dapat memiliki manfaat yang tidak terduga, yaitu peningkatan oksigen.

Dilansir dari Dailymail.co.uk, Plastik menjadi tempat berkembang biak bagi ganggang mikroskopis dalam dua minggu, menurut sebuah studi baru dari para peneliti dari Keele University dan University of Nottingham.

Ganggang ini, yang bermanfaat bagi lingkungan, menghilangkan karbon dioksida dan menghasilkan oksigen, membantu mendorong jaring makanan dengan membentuk koloni yang dikenal sebagai biofilm.

Dengan sekitar 8 juta ton plastik berakhir di lautan setiap tahun, menurut International Union for Conservation of Nature, para peneliti ingin memahami bagaimana ganggang dan plastik berinteraksi.

Ternyata Polusi Plastik di Air Tawar Memiliki dampak Positif untuk Udara?
Plastik menjadi tempat berkembang biak bagi ganggang mikroskopis, yang menghilangkan karbon dioksida, menghasilkan oksigen dan membantu mendorong jaring makanan dengan membentuk koloni yang dikenal sebagai biofilm, dalam dua minggu.

Mereka memasukkan tiga sampel plastik yang berbeda (Polyethylene Terephthalate, Polypropylene dan Low Density Polyethylene) ke dalam Waduk Knypersely Staffordshire, di area air yang terkena cahaya dan tidak terkena cahaya.

Berita Terkait :  Mengapa Liburan Terasa Lebih Cepat dan Berlalu Begitu Saja?

Para peneliti menemukan bahwa dalam enam minggu berada di dalam air, plastik terdegradasi, bahkan jika tidak ada sinar UV.

Ini menunjukkan bahwa biofilm alga dapat membantu memecah plastik di dasar danau di seluruh dunia.

Penulis utama studi tersebut, Imogen Smith, mengatakan dampak negatif dari plastik sudah diketahui dengan baik, tetapi ada beberapa kabar baik, bahkan jika tingkat polusi ditetapkan dua kali lipat pada tahun 2030.

“Dampak negatif polusi plastik terhadap lingkungan didokumentasikan dengan baik, terutama di lingkungan laut,” kata Smith dalam sebuah pernyataan.

“Namun, kami mengidentifikasi kurangnya penelitian yang secara sistematis mengkarakterisasi hubungan plastik-biofilm di lingkungan air tawar.”

Smith melanjutkan: “Menyelesaikan studi selama enam minggu memungkinkan kami untuk melihat evolusi biofilm dari waktu ke waktu, yang memberi kami kesempatan untuk mempelajari implikasi nasibnya di lingkungan.”

Ternyata Polusi Plastik di Air Tawar Memiliki dampak Positif untuk Udara?
Para peneliti menggunakan tiga sampel plastik yang berbeda dalam percobaan mereka: Polyethylene Terephthalate, Polypropylene dan Low Density Polyethylene
Ternyata Polusi Plastik di Air Tawar Memiliki dampak Positif untuk Udara?
Dalam waktu enam minggu setelah berada di dalam air, plastik terdegradasi, bahkan jika tidak ada sinar UV