Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

NASA

Ilmuwan NASA Ungkap Waktu Kematian Matahari dan Fakta di Baliknya

Berita Baru, Sains – Tak dapat dipungkiri Matahari adalah pusat dari tata surya kita. Bahkan Matahari juga sumber bagi kehidupan di Bumi.

Namun apa jadinya jika Matahari berhenti menyindari Bumi lagi alias mati? Maka mungkin jawabannya tak ada lagi kehidupan di Bumi. Dan yang jelas, seluruh planet di tata surya juga akan musnah.

Terkait usia Matahari, sejumlah ilmuwan NASA telah memprediksinya. Salah satunya soal kapan kematian Matahari, dikutip dari BGR.

Ilmuwan dari lembaga antariksa Amerika Serikat itu menyebut Matahari tidak setua bintang lain di tata surya. Sejauh ini sebagian besar pengetahuan tentang Matahari masih misterius, selain karena jarak yang jauh, juga sangat hampir mustahil ada benda ciptaan manusia yang bisa mendekati Matahri.

Namun para ilmuwan NASA berhasil menemukan beberapa poin perkembangan Matahari sampai akhirnya bakal menemui ajalnya. Salah satu poin penemuan yang diungkap adalah siklus hidup Matahari akan berakhir sekitar 5 miliar tahun lagi dari hari ini.

Pada tahap ajalnya itu, bintang besar di pusat tata surya ini akan memakan sebagian besar inti hidrogennya. Ketika fase itu terjadi, Matahari akan menjadi bola merah raksasa dan akan berhenti menciptakan panas melalui fusi nuklir.

Begitu inti Matahari mulai tidak stabil, lapisan luar Matahari akan mengembang. Ekspansi itu pada akhirnya akan memakan planet Merkurius dan Venus.

Fakta lainnya itu, ilmuwan NASA juga memprediksi angin Matahari akan menghantam Bumi dan menghilangkan medan magnet penghasil atmosfer yang merupakan pelindung Bumi. Selain itu, ada beberapa ancaman lain dari Matahari sebelum kehancuran itu terjadi.

Meski demikian menurut laporan tim ilmuwan NASA, jauh sebelum ajal Matahri tiba, lautan di Bumi perlahan akan menguap karena panas berlebihan dari energi Matahari selama satu miliar tahun dari sekarang.

Pada saat itu, energi panas Matahari akan meningkat sekitar 10 persen. Ada juga ancaman lain dari perubahan iklim yang perlu diperhitungkan, yang dapat berdampak kematian manusia sebelum Matahari mati.

Satu hal lain yang diungkap ilmuwan NASA adalah manusia diperkirakan tidak akan pernah mengalami fase kematian Matahari, meski prediksi itu begitu menakutkan.